2019, awal diluncurkannya perubahan nama terjemahan bahasa inggris Institut Pertanian Bogor menjadi IPB University dengan tagline barunya Inspiring Innovation with Integrity in Agriculture, Ocean, Biosciences for a Sustainable World.

Tagline “Searching and Serving the Best” menjadi sebuah keharusan dan kekuatan institusi, namun pengelolaan dan pengembangan keilmuan pada aspek pertanian, kelautan, biosains adalah tuntutan zaman mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan.

Pengembangan keilmuan dibutuhkan pencerahan, ide dan gagasan besar serta mampu berinovasi yang dapat digunakan dan diterapkan serta nilai-nilai moral yang tinggi menjadi penopang perwujudan kehidupan yang berkelanjutan.

Semoga secercah pengabdian ini menjadi se-anak tangga membangun peradaban Negeri

#diesnatalisipb58 #ipbuniversity #sekolahbisnisipb

 

Share

Komunikasi adalah cara manusia untuk melakukan suatu interaksi antara pribadi yang satu kepada pribadi yang lain, komunikasi tidak bisa dilepaskan dalam aspek kehidupan manusia yang kodratnya sebagai mahkluk sosial, dimana manusia sebagai mahkluk sosial membutuhkan orang lain untuk teman berinteraksi. Pada dasarnya setiap proses komunikasi bertujuan untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi hingga pesan tersebut dapat diterima oleh penerima setepat mungkin. Komunikasi bisnis merupakan komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam jenis dan bentuk komunikasi untuk mencapai tujuan bisnis yaitu memberikan informasi, melakukan persuasi atau membujuk pihak lain dan melakukan kerjasama antara pebisnis.

Salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam komunikasi bisnis ataupun juga crucial conversation adalah self awareness. Self Awareness adalah mengetahui motivasi, preferensi, kepribadian dan memahami bagaimana faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi keputusan dan interaksi dengan pihak lain. Self Awareness didalamnya dapat terdiri dari perasaan dan pemikiran internal, keminatan, kekuatan, batasan, nilai, skill, tujuan, kemampuan, orientasi kepemimpinan dan pilihan gaya komunikasi. Terdapat beberapa cara untuk mendapatkan self awareness atau menilai diri sendiri, diantaranya adalah:

  • Other’s Images
    • Menunjukkan bagaimana orang yang penting dalam hidup kita melihat atau menilai diri kita.
  • Social Comparison
    • Membandingkan diri kita dengan orang-orang lain disekitar kita.
  • Your Interpretations and Evaluation
    • Menilai perasaan dan perilaku kita sendiri.
  • Cultural Teaching
    • Bagaimana cara kita untuk memenuhi ajaran budaya yang sudah dipelajari sejak kecil.

Faktor lain yang berpengaruh dalam crucial conversation adalah kemampuan untuk mampu working with others atau bekerja dengan orang lain. Untuk dapat atau mampu untuk bekerja dengan pihak lain dengan baik, membutuhkan pemahaman mengenai adanya diversity. Diversity dapat didefinisikan sebagai berbagai macam atribut yang relevan terhadap seorang individu yang dapat menciptakan atau memperkuat persepsi bahwa pihak tersebut memiliki perbedaan dengan pihak lainnya. Salah satu atribut pembeda diantaranya adalah perbedaan kategori sosial, perbedaan dalam pengetahuan atau skills, perbedaan dalam nilai atau kepercayaan, dan perbedaan dalam hubungan sosial dan networking. Terdapat enam faktor penghambat dalam menerima adanya diversity yaitu prejudice, ethnocentrism, stereotype, blaming the victim, discrimination dan harassment.

Share

Percepatan pertumbuhan penduduk, tingkat ekonomi, income, lifestyle, tidak semua retailer bisa mengikuti termasuk suppliernya. Hal-hal tersebut menyebabkan banyak perubahan yang terjadi termasuk kecenderungan belanja konsumen di retail-retail saat ini. Sehingga ada kecenderungan penurunan pada industri retail terutama di Indonesia.  Standarisasi berubah, regulasi untuk mengatur itu penting untuk menyamakan persepsi terutama bagi supplier retail.

Terdapat 3 line AEON :

  1. Softline = dept store
  2. Foodline
  3. Hardline = furniture

Retail2 cenderung turun di Indonesia, tp AEON grow, krn yg exist ada di foodline, lainnya cenderung turun. Hal ini ditunjang dengan icon AEON yaitu Sushi AEON. Kontribusi foodline 63.5% dari total sales. Customer cenderung beli food, 79% customer beli. Visi AEON 5 tahun kedepan jd lifestyle destination shopping mall, jd benchmark tren di Indonesia. Selain pihak retail yang harus kreatif, supplier juga harus kreatif. Di AEON listrik free, untuk mendorong munculnya kreatifitas supplier. Kreatifitas untuk membangun bisnis yg sehat, lebih memiliki diferensiasi dari produk2 lain.

Apabila barang yang kita jual memiliki value, maka dapat memiliki daya saing dengan produk lain. Definisi Value bisa dijabarkan dengan persamaan Quality/Price. Degan kata lain apabila produk memiliki Value tinggi dapat dikatakan sebagai Barang yg bagus dan harga murah. Dimensi Quality = Excellent standart specification, certification yg kredibel, premium healthy benefit, packaging baik dan ramah lingkungan, process handling & storage meningkatkan nilai tambah, advance tech (e.g. tracebility apel), rasa yg enak, unik dan private label, food safety. Sedangkan dimensi Price = harga pasar yg kompetitif, affordable bagi pasarnya, valuable price, cost efficienes&productivity, volume basis, supply chain management yg efektif, special deal & exclusivity. Good product value akan meningkatkan sales, brand image, profit. Bisnis harus mengedepankan value nya, uniknya produknya apa dibandingkan pesaing.

Value dari product yang kita jual harus tersampaikan kepada konsumen, hal ini maka product knowledge adalah hal yang sangat penting untuk dipahami terlebih dahulu oleh penjual.

Share

Di Indonesia, media sosial menjadi salah satu situs yang dapat dimanfaatkan pengguna internet sebagai jejaring sosial tempat jual-beli online, saat ini banyak muncul e-commerce pada komoditas sayuran, ditandai dengan meningkatnya jumlah produsen sayuran yang menggunakan media sosial untuk melakukan pemasaran. Perkembangan usaha ini terjadi akibat dari meningkatnya jumlah permintaan konsumen sebagai dampak dari perubahan zaman yang senantiasa terus berubah.

Penetrasi digital membuat banyak ragam bisnis baru semakin berkembang, termasuk pernjualan komoditas sayuran. Salah satu inovasi inspiratif dikembangkan Tukangsayur.co, sebuah aplikasi penjualan sayur. Co-Founder Tukangsayur.co, Rafael Jeffry Anwar Sani, sukses mendigitalisasikan retail tradisional sayur. Tentu saja untuk sukses seperti sekarang, seorang entrepreneur pastinya membutuhkan proses dan strategi matang dan sinergi antara peluang usaha, sumberdaya, dan organisasi. Tingginya permintaan pasar harus diimbangi dengan ketersediaan platform yang dapat memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan produk pangan dengan baik.

            Peluang munculnya TukangSayur.co adalah ketika membeli sayuran di rukang sayur keliling yang biasa berjualan di komplek. Untuk rumah yang berada di ujung komplek biasanya didatangi paling akhir, sayuran yang ada selalu tinggal seikit dan tidak segar lagi. Dari situ muncul ide untuk berjualan sayur secara online. Selain itu, dengan adanya sistem permbelian secara online, harga yang ditawarkan kepada konsumen bisa lebih ditekan lagi.

Sejak berdiri tahun 2016 lalu, dengan wilayah operasional di Jabodetabek, Tukangsayur.co kini juga hadir di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jogja, Semarang, Gresik, Surabaya, hingga Bali. Sama halnya dengan start up yang berkembang pada saat ini, Tukangsayur.co menggunakan model bisnis sharing economy. Ada pembagian antara agen dengan Tukangsayur.co. Dalam operasionalnya, Tukangsayur.co bekerja sama dengan agen di pasar-pasar tradisional. Agen tersebut bisa pedagang tradisionalnya langsung. Para agen akan menyiapkan sayuran dan barang lain yang dipesan, mengemasnya kemudian mengirimkan langsun ke rumah pembeli. Mengingat sayuran harus diantarkan dalam keadaan segar, maka wilayah pengiriman agen dengan konsumen pun tidak boleh terlalu jauh. Tukangsayur.co menggunakan sistem lokasi dimana para agen hanya bisa mendapatkan order di radius 3-7 kilometer.

Kebijakan pemerintah untuk masyarakat menjaga jarak (social distancing) guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 serta work from home membawa berkah bagi aplikasi Tukangsayur.co. Permintaan naik hingga empat kali lipat saat fase pertama Covid-19. Hal ini merupakan “Blessing in the sky” menurut pak Jeffry.

Share

Balai Pustaka yang lebih banyak dikenal sebagai perusahaan penerbitan dan percetakan sudah ada semenjak pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1908. Perusahaan ini awalnya bernama Commisie voor de Inlandsche School en Volklechtuur, namun di tahun 1917 barulah perusahaan ini lebih dikenal dengan nama Balai Pustaka.

Saat monopoli penerbitan dicabut oleh pemerintah dan Balai Pustaka tidak memiliki inovasi-inovasi baru, maka disitulah Balai Pustaka mulai terpuruk. Balai Pustaka sebelum Bapak Fachrodji menjabat sebagai Direktur Utama memiliki banyak kendala, antara lain: Mengalami kerugian selama + 15 tahun, banyaknya jumlah hutang (kol 5) sehingga menjadi tidak bankable, revenue <30Milyar, dan suasana kantor yang kumuh sehingga memiliki kesan yang mistis.

Hadirnya Bapak Fachrodji selaku Direktur Utama membawa begitu banyak perubahan yang baik bagi Balai Pustaka. Penampilan balai pustaka yang awalnya kumuh disulap oleh beliau menjadi lebih indah dengan diberi sentuhan cat yang lebih modern dan tanaman yang membuat kesan menjadi lebih asri. Balai pustaka kini juga memiliki kafe yang bernama “Kafe Sastra” dengan nama-nama menu yang unik khas Balai Pustaka. Selain itu Balai Pustaka juga memiliki taman dan balai inspirasi yang merupakan gazebo, kolam ikan dan sangkar burung yang mana ini merupakan tempat yang nyaman bagi penulis.

Balai Pustaka melakukan pendekatan baru dengan merubah cara berpikir bagaimana perusahaan kecil harus tetap berpikir besar dengan menerapkan visi terdepan dalam industri penerbitan, percetakan dan multimedia. Agar visi tersebut dapat dicapai maka diperlukan juga pengungkit yang dapat membantu dan adanya lompatan katak yang bisa membuat lompatan kenaikan kinerja yang signifikan.

Dalam pencapaian visi, Balai pustaka sudah melakukan sinergi yang baik bersama dengan perusahaan BUMN seperti Telkom, Pertamina, Pegadaian, dll. Dalam bekerja juga diterapkan Strategi Pareto, yaitu memulai dari hal yang paling besar tanpa  melupakan hal-hal kecil dan menerapkan manajemen lebih, yaitu memberikan pelayanan yang lebih besar dari ekspektasi pelanggan.

Menurut Bapak Fachrodji sebagai CEO kita harus memiliki confident & trust. Confident bahwa ada yang dapat membantu sehingga perusahan kita akan bangkit kembali. Trust bahwa perusahaan kita memiliki kekayaan yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain. Oleh karena itu, seorang CEO harus berani berkorban dan memberikan contoh yang baik agar karyawan dapat percaya dan mau ikut berpartisipasi untuk membangkitkan perusahaan.

Share